Jumat, 12 Juli 2013

ADAT  PERKAWINAN MELAYU KEPULAUAN RIAU

1.        Persiapan Memasuki Alam Rumah Tangga

Syahdan  sudahlah menjadi suatu kebiasaan dan pandangan hidup terhadap perkawinan yang begitu suci, religius, dan sakral. Pandangan hidup di dalam perkawinan berikhtibar pada hakikat keberagaman keperluan hidup manusia. Beberapa di antaranya bersumber dari lawan jenis kelamin. Kelengkapan itu antara lain : di bidang seksual (hubungan suami isteri), memperoleh keturunan, jiwa dan perasaan (psikis), perlindungan, kemasyarakatan (sosial), dan lain sebagainya.

Sudahlah pula tersirat sebagaimana lazimnya, bahwa orang Melayu Kepulauan Riau, bahwa untuk mendirikan rumah tangga dikehendaki daripadanya beberapa persyaratan, yaitu :
  1. Sesama beragama Islam
  2. Sudah cukup dewasa
  3. Sehat badan dan juga jiwanya
  4. Untuk seorang lelaki (bujang) telah mampu mencari nafkah
  5. Kematangan pemikiran dan bertanggung jawab
  6. Memandang perkawinan sebagai sesuatu yang suci, religius, sakral.

Rangkaian kehidupan anak manusia tersangatlah panjangnya. Dimulai dari kandungan, lahir, masa bayi, masa kanak, masa remaja, masa dewasa, berumah tangga (berkeluarga) dan bermasyarakat, kemudian tua, dan akhirnya kembali kepada Sang Pencipta. Begitu pun agaknya dalam senarai perjalanan perkawinan orang Melayu sebagaimana yang sudah tersusun turun temurun dari dahulunya, yaitu dimulai dari pada :
  1. Mencari jodoh
Seperkara dalam kehidupan orang Melayu yang dianggap sangatlah penting adalah peristiwa pernikahan. Orang tua yang mempunyai anak bujang mulailah melakukan pekerjaan untuk mencarikan jodoh untuk anaknya. Orang Melayu akan merasa malu, jika anaknya lambat mendapatkan jodoh, sama ada bujang atau pun dara. Si bujang yang terlambat mendapatkan jodoh, akan disebut sebagai “bujang terlajak” atau “bujang lapok/lapuk”. Begitu pun prihalnya kepada anak dara yang terlambat menikah akan diperkata orang sebagai “anak dara tua”. Itulah sebabnya orang tua selalu berusaha untuk mendapatkan jodoh anak-anaknya.

Sememangnyalah tak dapat hendak dipungkiri bahwasanya bagi orang tua yang mempunyai seorang anak lelaki lebih leluasa dalam mencarikan jodoh, dari pada orang tua yang mempunyai anak dara. Konon, jika ada anak dara atau pihak orang tua yang mempunyai anak dara yang “berlebih-lebih” melakukan kepada pekerjaan mencari jodoh ini, kelak akan pula diperkatakan orang sebagai “perigi mencari timbe”. Inilah suatu perkataan yang memalukan atau tabu bagi pihak perempuan.

Pada awal pelaksanaan adat istiadat perkawinan adalah mencari jodoh. Dahulunya di dalam perkara mencari jodoh masih dilakukan oleh pihak orang tua. Perihal yang sedemikian itu mungkin dikarenakan  pihak orang tua lebih mempunyai pengalaman, dan kira-kira dapat untuk membahagiakan anaknya. Anggapan ini telah menjadi suatu keyakinan, sehinggalah sang anak menuruti akan ketentuan dari orang tuanya.

Mencari jodoh biasanya ditujukan kepada anak lelaki. Tetapi sebelum sembarang kerja dilakukan, orang tuanya selalu menanyakan kepada si anak apakah sudah bersedia untuk dicarikan seorang dara untuk menjadi pasangan hidupnya. Orang tua yang sangat berperan di dalam seperkara ini biasanya adalah orang tua perempuan yakni ibu atau sang emak.

Jika telah mendapat kesepakatan antara orang tua dan anak lelakinya, maka kemudiannya kedua orang tua akan mengundang sanak saudara terdekat untuk mengadakan perundingan perihal untuk mencarikan jodoh kepada anak lelakinya.

Kalau boleh hendak dikias-gambarkan dalam suatu lakonan, maka berikut ini hendak dipaparkan kisah si anak bujang bernama Atan yang oleh pihak orang tuanya sudah patut untuk dicarikan jodohnya. Maka oleh ayahnya yang bernama Dollah dan emaknya si Atan menjemput dan mengundang saudara mara yang terdekat untuk merundingkan  pasal jodoh dan perkawinan si Atan. Ada pun saudara mara yang diundang  itu seperti Pak Long – Mak Long, Pak Ngah – Mak Ngah, Pak Usu – Mak Usu, Nenek Long, Pak Anjang,  Mak Uteh dan saudara mara lainnya. Maka pada harinya, berkumpullah orang-orang itu di rumah Pak Dollah,

Konon, pada malam itu setelah berkumpul saudara mara sebagaimana yang tersebut, berkatalah Pak Dollah ayahnya si Atan, “Assalamu’alaikum warah-matullahi wabarakatuh,  pade malam  ini saye menjemput abang, kakak dan adik-adik  adelah  untuk berunding berkenean dengan si Atan, rencane kami sebagai ayah dan emaknye hendak mencarikan pasangan hidupnye. Untuk membincangkan perihal ini, saye serahkan kepade Bang Long yang lebih tue dari kite semue yang hadir di sini. Iye tak, Bang Long?”. Demikian pembuka kata dari Pak Dollah dan yang langsung menyerahkan kepada Pak Long untuk mengatur jalannya perbincangan.

Orang-orang yang dijemput sebenarnya telah memaklumi akan halnya pertemuan malam itu, demikian pun Pak Long, maka ketika diminta pendapat dan pikirannya tiadalah pula menjadi pikiran, “Baiklah  jike itu sudah menjadi kehendak dari kite semue. Mari kite cari  jalan keluar bersame-same, bak kate pepatah, berat same dipikul ringan same dijinjing. Kalaulah kite semue sudah  sepakat dan memilih jalan yang terbaik, insya Allah akan baik untuk si Atan, karene umur dan pengalamannye masih lagi mentah dalam menuju mase depan yang panjang ini. Kite haruslah memikirkan juge, macam dikatekan dalam peribahase, bulat air karene betong, bulat suare karene mufakat. Sebelumnye Dollah,  ape ke Atan sudah setuju dengan  rancangan  kau orang  berdue?”. Bertanya Pak Long pada Pak Dollah sambil juga memandang kepada emaknya si Atan.

“Sudah, Bang Long!”, jawab Pak Dollah.
“Baiklah kalau begitu. Satu lagi aku nak tanye pade kau Dollah, ape ke engkau orang suami isteri sudah mempunyai pilihan?”, tanya Pak Long.
“Hmmm... kalau soal ini... mungkin emaknye si Atan, ‘dah ade...”, jawab Pak Dollah agak tergagap.
“Macam mane emaknye si Atan... ‘dah ade?”, tanye Pak Long ke emaknye si Atan.
“Yang pasti ‘tu belumlah,  Bang Long. Cume... saye ‘tu agak berkenan dengan budak perempuan anak Pak Leman ‘tu. Nampak sekilas die ‘tu rajin pergi ke surau, pandai mengaji, bersopan  santun... tapi selebihnye kurang tahu pule saye...”, jawab emaknya si Atan.
“Yang mane ‘tu, kak?”, tanya Mak Ngah yang sejak tadi hanya memper-hatikan orang-orang yang bercakap.
“Ape budak bername si Esah itu, ye?”, tebak Mak Usu pula.
“Iyelah agaknye...”, jawab emaknye si Atan.
“Ooooh... kalau yang  namenye si Esah ‘tu, memang  molek budaknye. Selalu juge jumpe kalau sedang menyuci di pinggir sungai”, jelas Mak Ngah.

Tiba-tiba Pak Long berdehem, lalu berkata, “Ape kamu semue tahu pasal anak Pak Leman ‘tu?”.
“Tahu sangat tidak, kalau sikit adelah...”, jawab Mak Usu pula.
“Kalau begitu, bolehlah kite mengutus orang untuk merisik atau mencari tahu tentang anak dare yang bername si Esah itu, bagaimane?”, tanya Pak Long.
“Hmmm... bagus juge ‘tu. Bagaimane kalau kite meminte tolong  kepade Mak Sum yang selalu ke Tanjung sane berjualan kue. Mak Sum pun orangnye pandai bercakap, luas pengalaman dan orang pun segan kepadenye...”, kata Mak Usu.
“Kalau memang sudah begitu keputusannye baguslah, boleh kite meminte tolong kepade Mak Sum...”, ujar Pak Dollah dengan perasaan puas.

Demikianlah selintas lakonan yang dipaparkan berkenaan dengan perundingan mencarikan jodoh bagi si Atan, konon, dan putus sudah kata mufakat untuk meminta tolong kepada Mak Sum sebagai “tali barut”. Pengertian tali barut adalah orang yang menjadi utusan pihak keluarga laki-laki untuk melakukan kerja-kerja merisik terhadap seorang anak dara yang kelak akan dipinang.

Usaha yang dilakukan oleh seorang emak menunjuk seseorang yang boleh dipercaya untuk mencari berita tentang anak dara yang hendak dijadikan jodoh kepada anaknya, terkadang dilakukan dengan diam-diam. Sekira telah mendapatkannya barulah dirundingkan dengan si anak yang bersangkutan dan keluarga maupun saudara mara.

Biasanya yang menjadi tali barut adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai pengaruh dan paling tidaknya disegani sekaliannya disukai dalam pergaulan masyarakat.

 Bersambung....
Dar berbagai sumber...

Minggu, 24 Maret 2013

Tanaman satu ini terkenal karena buahnya yang pahit. Toh, meski pahit, tanaman pare ternyata memiliki banyak khasiat. Tanaman satu ini memang pahit. Tapi, di balik rasa pahit itu ternyata tersimpan sejuta manfaat untuk kesehatan. Coba perhatikan kandungan kimia yang terdapat pada tanaman pare. Buahnya mengandung albiminoid, karbohidrat, dan zat warna, daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin, dan minyak lemak, sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.
Tanaman pare (Momordica charabtia) berasal dari kawasan Asia Tropis, namun belum dipastikan sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini tanaman pare sudah dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara. Umumnya, pembudidayaan dilakukan sebagai usaha sampingan. Pare ditanam di lahan pekarangan, atau tegalan, atau di sawah bekas padi sebagai penyelang pada musim kemarau.
Ada sederetan penyebutan nama tanaman pare, misalnya: paria, parea, pepareh, popare, papari, pepare, pariane, kambeh, paya, prieu, foria, pariak, paliak, truwuk, paita, poya, pudu, pentoe, beleng-gede, pania, pepule, kakariano, dan taparipong. Ini menunjukka, tanaman pare sudah tersebar di pelosok daerah. Hanya saja, masih banyak belum diketahui, pare ternyata bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit maupun meningkatkan kesehatan manusia.
Pare tergolong tanaman semak semusim, yang hidupnya menjalar atau merambat, dengan sulur berbentuk spiral. Daunnya tunggal, berbulu, berbentuk lekuk tangan, dan bertangkai sepanjang 10 cm. Bunganya berwarna kuning-muda. Batangnya masif mempunyai rusuk lima, berbulu agak kasar ketika masih muda, namun setelah tua gundul, warna hijau. Buahnya buni, bulat telur memanjang, warna hijau, kuning sampai jingga, dan rasanya pahit. Biji keras, warna cokelat kekuningan.
Apa saja, sih, kegunaan tanaman pare?
Khasiat Buah
1. Disentri
Sediakan 2 buah pare segar, cuci lalu potong-potong. Tambahkan seperempat gelas air bersih, lalu diblender. Seduh dan peras. Silakan diminum 2 kali sehari.
2. Kencing Manis
Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan. Tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu.
3. Penambah ASI
Ambil 1 buah pare, cuci bersih, lalu rebus beberapa menit. Dipakai sebagai lalap.
4. Bisul
Buah pare dipakai sebagai obat luar. Ambil 1 buah segar lantas dilumatkan. Borehkan pada bagian yang terkenal bisul.
5. Bronkhitis
Sediakan 2-3 buah pare, lalu diambil sarinya. Berikan 1 sendok makan madu. Minum sekali sehari. Lakukan selama 3 bulan. Resep ini juga baik untuk menyembuhkan anemia, radang perut, sakit pada hati, nyeri haid, reumatik, dan melangsingkan tubuh.
Khasiat Daun
1. Bisul dan cacing kremi
Sediakan 1 genggam daun segar, diberi seperempat cangkir air bersih, lalu blender. Saring dengan kain kasa. Jika perlu, tambahkan sedikit garam, gula aren secukupnya, dan jeruk nipis. Minum sekali sehari seperempat cangkir. Lakukan selama 1 minggu.
2. Demam nifas
Ambil 3 daun pare segar, cuci bersih, dan lumatkan. Tambahkan segelas air dan sedikit garam, lalu seduh. Peras dan saring, lalu minum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.
3. Penambah ASI
Sediakan 2 daun pare lalu panaskan beberapa saat. Kompreskan pada payudara.
4. Sakit pada hati
Sediakan 6 gram daun pare segar, 5 gram rimpang temulawak, dan 110 ml air. Didihkan semua bahan selama 15 menit, lalu saring dengan kain kasa, dan peras. Minumlah sekali sehari. Ulangi selama 2 minggu.
5. Rambut Subur
Ambil beberapa helai daun pare segar, cuci bersih lalu remas-remas. Cukup dioleskan ke kulit kepala anak.
6. Batuk
Pilihlah 7 daun pare segar, lantas seduh dengan 2 sendok makan air bersih. Setelah itu, peras dan saring. Minum 2 kali sehari.
7. Bekas luka
Cuci bersih segenggam daun pare segar, lalu lumatkan. Tambahkan air panas sedikit, lalu peras. Campur air perasan dengan 2 sendok makan tepung beras, lalu aduk sampai merata. Borehkan pada bagian bekas luka setiap hari.
8. Wasir
Ambil 5 daun pare segar, tambahkan seperempat gelas air, didihkan dan peras. Ambil 3 sendok air perasan ini, lalu dicampur dengan segelas yoghurt cair. Minum setiap pagi.
9. Kemandulan
Sediakan 27 gram sari daun pare segar, 7 butir lada hitam, 3 siung bawang putih, dan 27 gram gula jawa. Semua bahan dilumatkan, lalu tambahkan segelas air bersih. Didihkan dan peras. Minum air perasan setiap hari selama 3-4 bulan.
10. Penyakit kulit
Buatlah 1 cangkir sari daun pare. Caranya, ambil 3 helai daun pare ditambah satu setengah cangkir air. Didihkan dan peras. Campur air perasan berupa sari ini dengan sesendok air jeruk. Minum sekali sehari.
11. Rabun malam
Sari daun pare dioleskan di sekitar mata.
Khasiat Akar
1. Disentri Amoeba
Ambil segenggam akar pare, tambahkan segelas air bersih. Didihkan dan peras. Minum sekali sehari.
2. Ambeien
Ambil akar pare, cuci bersih, lantas lumatkan. Oleskan ramuan ini pada ambeien.
Sumber : http://www.nusaku.com/forum/showthread.php?t=5931

DNA: BANK DATA KEHIDUPAN


Perkembangan sains memperjelas bahwa makhluk hidup memiliki struktur yang luar biasa kompleks dan suatu keteraturan yang terlalu sempurna untuk muncul melalui peristiwa kebetulan. Ini membuktikan fakta bahwa makhluk hidup diciptakan oleh Pencipta yang Mahakuasa yang memiliki pengetahuan tanpa banding. Baru-baru ini, misalnya, dengan tersingkapnya struktur sempurna dalam gen manusia yang menjadi isu yang menonjol karena Projek Genom, penciptaan yang unik dari Tuhan telah terungkap sekali lagi untuk kita semua.

Dari AS hingga Cina, ilmuwan dari seluruh penjuru dunia telah memberikan upaya terbaik mereka untuk menguraikan 3 miliar huruf kimiawi di dalam DNA dan menentukan urutannya. Sebagai hasilnya, 85% dari data yang terkandung dalam DNA manusia dapat diurutkan dengan tepat. Walaupun ini merupakan perkembangan yang sangat menarik dan penting, sebagaimana dinyatakan Dr. Francis Collins, pimpinan Projek Genom Manusia, sebegitu jauh ini baru langkah pertama dalam upaya menguraikan informasi di dalam DNA.
Agar dapat memahami mengapa penguraian informasi ini berjalan begitu lama, kita harus memahami sifat dari informasi yang tersimpan di dalam DNA.


Dunia DNA yang Penuh Rahasia

Dalam pembuatan atau pengelolaan produk atau pabrik teknologi, sarana yang paling banyak digunakan adalah pengalaman dan akumulasi pengetahuan yang diperoleh manusia selama berabad-abad. Pengetahuan dan pengalaman penting yang dibutuhkan untuk membangun tubuh manusia, ‘pabrik’ paling maju dan canggih di muka bumi, tersimpan di dalam DNA. Poin penting untuk diperhatikan di sini adalah bahwa DNA telah senantiasa ada semenjak manusia pertama dengan semua kesempurnaan dan kompleksitasnya. Sebagaimana dapat dibaca pada baris-baris di bawah, Anda juga akan melihat dengan jelas betapa tidak masuk akalnya untuk mengklaim, sebagaimana para evolusionis, bahwa molekul seperti itu, dengan semua struktur dan sifatnya yang menakjubkan, berasal mula dari peristiwa kebetulan.
DNA terlindung dengan baiknya di dalam nukleus (inti sel) yang berada di pusat sel. Jika diingat bahwa sel-sel manusia – terhitung lebih dari 100 miliar – memiliki diameter rata-rata 10 mikron (satu mikron adalah 10-6 m.), kecilnya wilayah yang dibicarakan akan dipahami lebih baik. Molekul yang menakjubkan ini merupakan bukti nyata dari kesempurnaan dan sifat luar biasa dari seni penciptaan oleh Allah. Begitu luar biasanya sehingga suatu cabang sains khusus dibuat untuk mendalami rahasia molekul ini., yang masih banyak tersembunyi. Nama cabang sains ini adalah “Genetika”. Dikenal sebagai sains abad ke-21, genetika masih dalam fase merangkak, sejauh berbicara tentang menyelesaikan misteri DNA, walaupun semua sarana teknologi telah digunakan.


Kehidupan di Dalam Nukleus

Jika kita membandingkan tubuh manusia dengan sebuah bangunan, perencanaan dan projek lengkapnya hingga ke detail terhalus ada di DNA, yang terletak di inti setiap sel. Semua tahap perkembangan manusia dalam rahim ibu dan setelah kelahiran berlangsung dalam kerangka program yang telah ditentukan sebelumnya. Penataan sempurna dalam perkembangan manusia ini dinyatakan sebagai berikut dalam Al Quran:
“Apakah .. (QS. Al Qiyamah, 36-38)
 Tepat pada fase di mana sel telur yang baru saja dibuahi di dalam rahim ibu, semua karakteristik yang akan kita miliki di kemudian hari telah ditentukan dalam takdir tertentu dan dikodekan di dalam DNA kita dalam suatu bentuk yang teratur. Semua ciri kita, seperti tinggi badan, warna kulit, golongan darah, bentuk wajah yang akan kita miliki ketika berumur tiga puluhan dikodekan di dalam inti sel awal kita tiga puluh tahun dan sembilan bulan sebelumnya, sejak saat pembuahan.
Bentuk informasi di dalam DNA tidak hanya menentukan oleh sifat-sifat fisik yang di atas; ia juga mengendalikan ribuan operasi dan sistem lainnya yang berjalan di dalam sel dan tubuh. Misalnya, bahkan tinggi rendah atau normalnya tekanan darah seseorang tergantung pada informasi yang tersimpan di dalam DNA.


Ensiklopedia yang Amat Besar di Dalam Sel Manusia

Informasi yang tersimpan di dalam DNA sedikit pun tidak boleh dianggap enteng. Walaupun sukar untuk dipercaya, dalam sebuah molekul DNA tunggal milik manusia, terdapat cukup informasi untuk mengisi tepat sejuta halaman ensiklopedia. Coba pikirkan; tepat 1000.000 halaman ensiklopedia…. inti dari setiap sel mengandung sebanyak itu informasi, yang digunakan untuk mengendalikan fungsi tubuh manusia. Sebagai analogi, kita dapat katakan bahwa bahkan Ensiklopedia Britannica yang banyaknya 23 jilid, salah satu ensiklopedia terbesar di dunia, memiliki 25.000 halaman. Jadi, di hadapan kita terbentang sebuah fakta yang menakjubkan. Di dalam sebuah molekul yang ditemukan di dalam inti sel, yang jauh lebih kecil dari sel berukuran mikroskopis tempatnya berada, terdapat gudang penyimpanan data yang 40 kali lebih besar daripada ensiklopedia terbesar di dunia yang menyimpang jutaan pokok informasi. Ini sama dengan 920 jilid ensiklopedia besar yang unik dan tidak ada bandingannya di dunia. Riset menemukan bahwa ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, akan dibutuhkan 100 tahun sebelum proses selesai. Jika kita bayangkan bahwa informasi di dalam DNA dijadikan bentuk buku, lalu buku-buku ini ditumpuk, maka tingginya akan mencapai 70 meter.
Mari kita ulangi kembali dua kata yang barusan disebutkan di atas; ‘menyimpan informasi’….
Kita harus berhenti di sini dan memikirkan dua kata yang kita ucapkan dengan begitu mudahnya. Mudah untuk mengatakan bahwa sebuah sel mengandung miliaran potongan informasi. Namun, ini sama sekali bukan detail yang dapat begitu saja di disingkirkan sebagai sebuah ucapan. Ini karena yang kita bicarakan di sini bukanlah sebuah komputer atau perpustakaan, tetapi hanya sebuah kubus yang 100 kali lebih kecil dari satu millimeter, yang hanya terbuat dari protein, lemak, dan molekul air. Merupakan keajaiban yang luar biasa mencengangkan bagi sepotong teramat kecil daging untuk mengandung dan menyimpan sekeping saja – apalagi jutaan – informasi.
Di era modern, manusia menggunakan komputer untuk menyimpan informasi. Teknologi komputer dewasa ini dianggap sebagai teknologi tercanggih yang membuka jalan menuju semua teknologi lainnya. Jumlah informasi yang 20 tahun silam mungkin disimpan dalam sebuah komputer seukuran kamar, hari ini dapat disimpan dalam “mikrocip” kecil, namun begitu teknologi mutakhir yang dihasilkan oleh kecerdasan manusia setelah berabad-abad akumulasi teknologi dan bertahun-tahun kerja keras masih jauh dari mencapai kapasitas penyimpanan informasi milik sebuah inti sel. Kami kira, perbandingan berikut akan memadai untuk memberi gambaran kecilnya DNA, yang memiliki kapasitas yang demikian hebat.
Informasi yang dibutuhkan untuk menspesifikasi desain dari semua spesies organisme yang pernah ada di planet ini, jumlah yang menurut G.G. Simpson adalah sekitar satu miliar, dapat disimpan dalam satu sendok the dan masih akan cukup tempat bagi semua informasi dalam seluruh buku yang pernah ditulis.1
Bagaimana sebuah rantai yang kasat mata, terbuat dari atom-atom yang tersusun bersisian, dengan diameter seukuran sepersemiliar millimeter, memiliki memori dan kapasitas informasi sedemikian? Dan juga menambahkan hal berikut kepada pertanyaan: Kalau masing-masing dari 100 miliar sel di dalam tubuh Anda hapal sejuta halaman informasi, berapa halaman ensiklopedia yang Anda dapat ingat, sebagai seorang manusia yang cerdas dan berkesadaran, sepanjang hidup anda?
Dikutip dari Harun Yahya bersambung ...

Kamis, 21 Maret 2013

Buah Dari Sabar

KISAH NYATA DARI TANAH ARAB

Bismillahir-Rah¬maanir-Rahim … Di tengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan banyak kisah. Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak-Nya dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya.

 Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu dari sahabat saya, saya mengenal banyak dari mereka, ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri. Ada beberapa juga dari suku Arab yang tinggal di benua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika. Saya mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu muslim kulit hitam yang juga kerja di Hotel ini.

Beberapa bulan ini saya tidak lagi melihatnya berkerja. Biasanya saya melihatnya bekerja bersama pekerja lainnya menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh yang sampai saat ini belum bisa ramah dikulit saya. Hari itu Ammar tidak terlihat. Karena penasaran, saya coba tanyakan kepada Iqbal tentang kabarnya. “Oh, kamu tidak tahu?” jawabnya balik bertanya, memakai bahasa Inggris khas India yang bercampur dengan logat Urdhu yang pekat. “Iyah... Beberapa minggu ini dia gak terlihat di Mushola, ya?” jawab saya. Selepas itu, tanpa saya duga Iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.

Dia menceritakan tentang hidup Ammar yang pedih dari awal hingga akhir, semula saya keheranan melihat matanya yang menerawang jauh. Seperti ingin memanggil kembali sosok teman sekamarnya itu. Saya mendengarkan dengan seksama, ternyat¬a Amar datang ke kota Riyadh ini lima tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2004 lalu. Ia datang ke negeri ini dengan tangan kosong, dia nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di kota ini.

Saudi Arabia memang memberikan free visa untuk negara-negara Arab lainnya termasuk Sudan, jadi ia bisa bebas mencari kerja disini asal punya Pasport dan tiket. Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat. Do’a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini demi keluarganya ternyata saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal di apartemen teman temannya. Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan. Ia tetap mencari kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.

Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat… Bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir.. Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di kota ini. Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana kota yang garang. Tapi Ammar tetap bertahan dalam kesabaran. Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, di hutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kota?

Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing. Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia. Hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Di hampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Di sini hanya terlihat kurma-kurma yang berbuah satu kali dalam setahun.. Amar seperti terjerat di belantara kota ini. Pulang ke Sudan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya di negeri Sudan. Itu tekadnya. Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya. Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan haus untuk raganya di sini. Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.Tapi Ammar pun manusia. Di tahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman-temannya yang ia kenal, sudah lima tahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah. Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan.

Tekadnya telah bulat untuk kembali menemui keluarganya, meski dengan tanpa uang yang ia bawa untuk mereka yang menunggunya. Saat itupun sebenarnya ia tidak memiliki uang, meski sebatas uang untuk tiket pulang. Ia memaksakan diri menceritakan keinginannya untuk pulang itu kepada teman terdekatnya. Dan salah satu teman baik Ammar memahaminya ia memberinya sejumlah uang untuk beli satu tiket penerbangan ke Sudan. Hari itu juga Ammar berpamitan untuk pergi meninggalkan kota ini dengan niat untuk kembali ke keluarganya dan mencari kehidupan di sana saja. Ia pergi ke sebuah Agen di jalan Olaya- Riyadh, utuk menukar uangnya dengan tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, negara tetangganya.

Tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja. Akhirnya ia beli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya. Ia memesan dari saat itu supaya bisa lebih murah. Tiket sudah di tangan, dan jadwal terbang masih minggu depan. Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya. Tadi pagi ia tidak sarapan karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu sama temannya, siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan kebiasaan itu. Adzan dzuhur bergema ... Semua toko-toko, supermarket, bank dan kantor pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security kota berjaga-jaga di luar kantor-kantor, menunggu hingga waktu shalat berjamaah selesai.Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh. Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu.. membasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air. Lalu ia masuk masjid. Shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah. 

Hanya di setiap shalat itulah dia merasakan kesejukan, Ia merasakan terlepas dari beban dunia yang menindihnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan di tiap menit yang ia lalui. Shalat telah selesai, Ammar masih bingung untuk memulai langkah. Penerbangan masih seminggu lagi. Ia diam. Dilihatnya beberapa mushaf al Qur’an yang tersimpan rapi di pilar-pilar masjid yang kokoh itu. Ia mengambil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur’an hingga adzan Ashar tiba menyapanya. Selepas Maghrib ia masih di sana.

 Beberapa hari berikutnya, Ia memutuskan untuk tinggal di sana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba. Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya. Seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota itu. Ammar mengumandangkan¬ suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing menyapa kota. Adzannya memang khas. Hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince (Putra Raja Saudi) di kota itu juga terpanggil untuk shalat Subuh berjamaah di sana.

 Adzan itu ia kumandangkan di setiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh. Hingga jadwal penerbanganpun tiba. Di tiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya. Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota. Amar sudah duduk di ruang tunggu di bandara, penerbangan sepertinya sedikit ditunda, kecemasan mulai meliputinya. Ia harus pulang kenegerinya tanpa uang sedikitpun, padahal lima tahun ini tidak sebentar, ia sudah berusaha semaksimal mungkin.

 Tapi inilah kehidupan, ia memahami bahwa dunia ini hanya persinggahan. Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta ini dengan mengeluh. Ia tetap berjalan tertatih memenuhi kewajiban kewajibannya, sebagai hamba Allah, sebagai imam dalam keluarga dan ayah buat anak anaknya. Diantara lamunan kecemasannya, ia dikejutkan oleh suara yang memanggil-manggil namanya. Suara itu datang dari speaker di bandara tersebut, rasa kagetnya belum hilang, Ammar dikejutkan lagi oleh sekelompok orang berbadan tegap yang menghampirinya. Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata “Prince memanggilmu”. Ammarpun semakin kaget jika ia ternyata mau dihadapkan dengan Prince.

Prince adalah Putra Raja, kerajaan Saudi tidak hanya memiliki satu Prince. Prince dan Princess mereka banyak tersebar hingga ratusan di seluruh jazirah Arab ini. Mereka memiliki Palace atau Istana masing masing.

 Keheranan dan ketakutan Ammar baru sirna ketika ia sampai di masjid tempat ia menginap seminggu terakhir itu, di sana pengelola masjid itu menceritakan bahwa Prince merasa kehilangan dengan adzan fajar yang biasa ia lantunkan. Setiap kali Ammar adzan Prince selalu bangun dan merasa terpanggil .. Hingga ketika adzan itu tidak terdengar, Prince merasa kehilangan. Saat mengetahui bahwa sang Muadzdzin itu ternyata pulang ke negerinya. Prince langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar yang saat itu sudah mau terbang untuk kembali ke negerinya. Singkat cerita, Ammar sudah berhadapan dengan Prince.

Prince menyambut Ammar di rumahnya, dengan beberapa pertanyaan tentang alasan kenapa ia tergesa pulang ke Sudan. Amarpun menceritakan bahwa ia sudah lima tahun di kota Riyadh ini dan tidak mendapatkan kesempatan kerja yang tetap serta gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Prince mengangguk-nganguk dan bertanya: “Berapakah gajimu dalam satu bulan?” Ammar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap.

Bahkan sering ia tidak punya gaji sama sekali, bahkan berbulan-bulan tanpa gaji di negeri ini. Prince memakluminya. Beliau bertanya lagi: “Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu dapati?” Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun kebelakang. Ia lalu menjawabnya dengan malu: “Hanya SR 1.400″ jawab Ammar. Prince langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang. 1.400 Real itu dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (84 Ribu Real = Rp. 184. 800.000). Saat itu juga bendahara Prince menghitung uang dan menyerahkannya kepada Amar. Tubuh Ammar bergetar melihat keajaiban di hadapannya. Belum selesai bibirnya mengucapkan Alhamdulillah, Prince baik itu menghampiri dan memeluknya seraya berkata: “Aku tahu, cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan.

Pulanglah, temui isteri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembali lagi setelah 3 bulan. Saya siapkan tiketnya untuk kamu dan keluargamu kembali ke Riyadh. Jadilah Bilal di masjidku.. dan hiduplah bersama kami di Palace ini”. Ammar tidak sanggup lagi menahan air matanya. Ia tidak terharu dengan jumlah uang itu, uang itu memang sangat besar artinya di negeri Sudan yang miskin.

Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikanny¬a selama ini, kesabarannya selama lima tahun ini diakhiri dengan cara yang indah. Ammar tidak usah lagi membayangkan hantaman sinar matahari di siang hari yang mengigit kulitnya. Ammar tidak usah lagi memikirkan kiriman tiap bulan untuk anaknya yang tidak ia ketahui akan ada atau tidak. Semua berubah dalam sekejap! Lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar.

 Tapi masa yang teramat singkat untuk kekuasaan Allah. Nothing imposible for Allah, Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.. Bumi inipun milik Allah.... Alam semesta, hari ini dan Hari Akhir serta Akhirat berada dalam Kekuasaan Nya. Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan. Ini adalah cerita nyata yang tokohnya belum beranjak dari kota ini, saat ini Ammar hidup cukup dengan sebuah rumah di dalam Palace milik Prince. Ia dianugerahi oleh Allah di Dunia ini hidup yang baik, ia menjabat sebagai Muadzdzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.

 Subhanallah… Seperti itulah buah dari kesabaran. Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya. Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya”. “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang dan mempunyai keberuntungan yang besar”. (Al Fushilat 35) Allahu akbar! Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya … Wallahua’lam bish Shawwab …. Barakallahufiku¬m …. Via Helmy Ashari

Rabu, 13 Maret 2013

DNA

RAHASIA DNA
SEBUAH TONGGAK UTAMA DALAM SEJARAH KEMANUSIAAN
Saat ini adalah tonggak utama dalam sejarah, di mana filsafat materialis yang pernah dipaksakan oleh banyak manusia dengan kedok sains, secara ironis diruntuhkan oleh sains itu sendiri. Materialisme, filsafat yang berkeyakinan bahwa segala sesuatu terbentuk dari materi dan menolak keberadaan Tuhan, tak lain dari versi terkini dari keberhalaan. Pemuja berhala di masa silam biasa menyembah benda-benda tak hidup seperti tiang totem dari kayu atau batu dan menganggapnya sebagai tuhan. Filsafat materialis, di lain pihak, mendasarkan klaimnya pada kepercayaan bahwa manusia dan semua makhluk lain diciptakan oleh atom dan molekul.

Menurut pandangan takhyul ini, atom yang tak hidup entah bagaimana mengorganisasikan dirinya sendiri dan lama-kelamaan memperoleh kehidupan dan kesadaran, dan pada akhirnya membawa kehadiran manusia. Keyakinan takhyul materialisme ini disebut “evolusi”. Kepercayaan terhadap evolusi, yang pertama kali diperkenalkan dalam budaya berhala bangsa Sumeria kuno dan Yunani kuno, dihidupkan kembali pada abad ke-19 oleh sekelompok ilmuwan materialis dan dibawa ke agenda dunia.

Charles Darwin adalah yang tokoh paling terkenal di antara mereka. Teori evolusi yang dikembangkannya telah membuang-buang waktu dunia sains selama 150 tahun, dan walaupun cacatnya diketahui luas, sampai sekarang terus dipertahankan semata karena alasan ideologis. Namun, sebagaimana disebutkan sebelumnya, saat ini, materialisme tengah mengalami keruntuhan yang menghebohkan. Seringkali dinyatakan bahwa ada tiga ahli teori materialis yang mengarahkan abad ke-19: Freud, Marx and Darwin. Teori dari dua orang pertama telah dikaji, diuji, dan terbukti tidak sahih, lalu ditolak di abad ke-20. Sekarang, teori Darwin juga sedang menuju keruntuhan.

Beberapa perkembangan penting pada bulan Juni 2000 lalu telah mempercepat keruntuhan besar materialisme. Pertama, para ilmuwan yang melakukan percobaan untuk melewati kecepatan cahaya membuat penemuan yang menjungkirbalikkan semua premis ilmiah. Di dalam sebuah percobaan di mana kecepatan cahaya dilampaui berkali-kali, para ilmuwan mengamati dengan takjub bahwa pengaruh percobaan terjadi sebelum sebabnya. Ini merupakan kekalahan klaim “kausalitas” yang dikemukakan sebagai dasar pandangan materialis, di abad ke-19. Subjek ini diuraikan pada sebuah surat kabar dengan tajuk “Telah terbukti bahwa akibat tanpa sebab adalah mungkin dan bahwa akhir sebuah kejadian dapat terjadi sebelum awalnya”. Sudah tentu, terjadinya akibat suatu aksi sebelum aksi yang tampaknya merupakan penyebabnya, adalah bukti ilmiah bahwa semua kejadian diciptakan secara terpisah. Ini secara total menghancurkan dogma materialis.

Beberapa pekan setelahnya, terungkap bahwa Archaeopteryx, sebuah fosil burung yang diajukan sebagai “bukti fosil paling penting” oleh para Darwinis selama lebih dari satu abad, sebenarnya bukanlah bukti teori itu, tapi menyerangnya. Ketika ditemukan fosil lainnya, yang sekitar 75 juta tahun lebih tua dari fosil yang diduga sebagai “nenek moyang primitif dari burung” ini, dan ternyata tidak berbeda dari burung modern, para evolusionis pun terguncang. Pada tanggal 25 Juni 2000, bahkan sebuah jurnal yang biasa menampilkan Archaeopteryx sebagai “nenek moyang primitif dari burung” terpaksa melaporkan berita itu dengan tajuk “Nenek Moyang Burung Terbukti Seekor Burung”. Akhirnya, Projek Genom Manusia, sebuah upaya untuk membuat bagan dari peta kasar genom manusia, rampung dan berbagai detail dari “informasi genetik”, yang menyoroti betapa unggulnya makhluk hidup penciptaan Tuhan, telah terungkap bagi manusia. Kini, setiap orang yang memikirkan hasil dari projek ini dan mengetahui bahwa sebuah sel manusia mengandung informasi yang mencukupi untuk disimpan ribuan halaman ensiklopedia, dapat memahami betapa ini merupakan keajaiban besar penciptaan.

Walau begitu, para evolusionis mencoba untuk menyalahtafsirkan perkembangan terakhir ini, yang sebenarnya menentang mereka, dan menampilkannya sebagai bukti dari “evolusi”. Karena tidak mampu menjelaskan bagaimana rantai DNA dari sebuah bakteri kecil berasal mula, para evolusionis mencoba untuk menyampaikan pesan seperti “gen manusia menyerupai gen binatang”. Pesan-pesan seperti ini tidak akurat dan tidak memiliki nilai ilmiah sedikit pun. Mereka dibuat untuk menyesatkan publik. Sementara, sejumlah lembaga media, karena ketidaktahuannya akan subjek tersebut dan pendekatan mereka yang berpraduga, menyangka bahwa Projek Genom Manusia memberikan “bukti evolusi” dan berupaya menampilkannya demikian. Dalam buku ini dijelaskan kesalahan konsepsi para evolusionis di atas, juga sifat tidak masuk akal dan dangkal dari keberatan yang diajukan terhadap penciptaan.

Sebagai tambahan, diungkapkan secara lugas kerasnya pukulan dari penemuan-penemuan terbaru terhadap Darwinisme. Saat membaca buku ini, Anda pun akan memahami bahwa filsafat materialis yang mengingkari Tuhan akan menemui ajalnya dan bahwa di abad ke-21, kemanusiaan akan kembali kepada tujuan sebenarnya dari penciptaan mereka, begitu dilepaskan dari kebohongan seperti evolusi. Dikutip dari Harun Yahya bersambung ....

Kamis, 05 Agustus 2010

Fasting

Assala mualaikun warahmatullah wabarakatuh
Selamat berjumpa dengan Ramadhan tahun ini. Dalam Ramadhan tahun ini menyampaikan saya mohon maaf kepada pengguna blog perangkat pembelajaran atas segala kekurangan dalam blog saya ini. Saya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan / permintaan dalam perangkat pembelajaran

sampai jumpa wassalam

Minggu, 28 Maret 2010

Sabar

Syukuri apa yang ada
ALlah memberikan rezki sepanjang hayat kita. Bangun tidur kita telah menikmati rizki dari Allah. Udara senantiasa Allah berikan,udara Allah berikan secara cuma-cuma kepada seluruh makhluknya. Adakah kita memikirkan rezki yang melekat pada diri kita? Allah telah ciptakan kita dari jutaan sel, lima panca indera, dan sistem peredaran yang sempurna serta sistem pencernaan yang baik.

Dengan panca indera kita dapat mengenal dunia disekitar kita, dengan panca indera kita dapat mengamati kebesaran Ilahi. Tatkala kita sehat, jarang kita menyadari betapa pentingnya sehat. Ketika kita sakit kita baru menyadari betapa pentingnya sehat.Tatkala kita sakit kita baru menyadari betapa pentingnya alat indera, betapa pentingnya mata tatkala kita sudah rabun, betapa pentingnya telinga tatkala kita mulai tuli, betapa pentingnya kulit ketika kulit kita sakit, betapa pentingnya lidah ketika kita diserang sakit sariawan

Peliharalah perut, perut kita adalah sumber dari segala macam penyakit jasmani. Pilihlah makanan yang sehat dan halal. Jangan biarkan anak didik kita menelan berbagai zat aditif dan zat pengawet yang terdapat berbagai jenis makanan dan jajanan.Zat aditif telah memperlambat kecerdasan anak didik kita, zat aditif telah menurunkan daya ingat anak didik kita.Marilah kita bersama menyelamatkan anak didik kita dari kerusakan akibat zat aditif.

kembali kita syukuri apa yang telah Allah berikan, jangan dirusak rezki yang Allah berikan kepada kita dengan berbagai jenis bahan Zat Aditif.

Asyik

Asyik
Pertemuan di Hotel Virgo Batam

Pengikut